Tim Komnas PA Bersama Anggota DPRD Komisi IV Bengkalis Ajak Anak Didik SMPN 3 Mandau Proaktif dalam Sosialisasi “No Bully”

Tim Komnas PA Bersama Anggota DPRD Komisi IV Bengkalis Ajak Anak Didik SMPN 3 Mandau Proaktif dalam Sosialisasi "No Bully" 2

BENGKALIS, lintasbarometer.com

Di hari terakhir (Rabu 7/12/2022) Tim Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Bengkalis ajak anak didik SMP N 3 Mandau proaktif dalam sosialisasi Anti Perundungan atau No Bully. Tampak siswa-siswi dari perwakilan kelas 7 fokus dan serius mendengarkan saat narasumber menerangkan materi di bidangnya masing-masing.

Diawal pembukaan, Kepala Sekolah Syahrul Amran, M.M.Pd mengatakan dalam menerima aduan atau laporan adanya permasalahan atau persoalan anak didiknya dari orangtua atau wali murid, selaku Kepala Sekolah dirinya tidak langsung memproses sepihak namun akan mengembalikan persoalan ini kepada Guru Kelas masing-masing.

Tim Komnas PA Bersama Anggota DPRD Komisi IV Bengkalis Ajak Anak Didik SMPN 3 Mandau Proaktif dalam Sosialisasi "No Bully" 3

Terkait kelambanannya dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi diantara anak didik, Syahrul Amran menepisnya. Namun jika Kepsek ini melihat dan mengetahui langsung persoalan yang terjadi diantara anak didiknya, dirinya pasti langsung bertindak.

Mantan siswa perdana SMP N 3 Mandau, Refli Amran selaku Ketua Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Bengkalis menyebutkan dirinya bersyukur karena Timnya bisa memberikan sosialisasi Anti Perundungan alias No Bully di sekolah tersebut, hal ini sesuai kerjasama dan undangan pihak sekolah.

Tim Komnas PA Bersama Anggota DPRD Komisi IV Bengkalis Ajak Anak Didik SMPN 3 Mandau Proaktif dalam Sosialisasi "No Bully" 4
SMP N 3 Mandau yang perdana bisa menghadirkan orang-orang hebat dari Komnas PA”, sebut Rafli

Rafli juga mengingatkan bahwa selaku Ketua Komnas Perlindungan Anak, Timnya tidak semata-mata langsung memproses namun akan mempelajari terlebih dahulu perkara yang menimpa anak tersebut. Terlebih lagi, Tenaga Didik juga kini telah memiliki Undang-undang Perlindungan Guru dan Dosen.

Mengapa anak-anak harus dilindungi?? Dengan tegas Refli mengatakan bahwa anak-anak tidak tahu kalau dia telah melakukan kesalahan.

Tim Komnas PA Bersama Anggota DPRD Komisi IV Bengkalis Ajak Anak Didik SMPN 3 Mandau Proaktif dalam Sosialisasi "No Bully" 5
Walau beresiko tinggi dalam menjalankan tugasnya sebagai Ketua Komnas Perlindungan Anak, namun tidak mematahkan semangat Refli Amran dalam membela dan melindungi anak-anak.

Pada materi hukum dalam Perlindungan Anak, DR. (c) Jonianto Silalahi, SH., MH. lebih lagi mengajak anak didik dalam proaktif mengikuti sosialisasi.

DR. (c) Joni mengajarkan ilmu dasar hukum bagi anak didik jika menghadapi persoalan hukum. Joni mengatakan langkah pertama yang harus dilakukan anak didik adalah memberitahukan kepada Guru, Kepala Sekolah, orangtua dan yang akan diteruskan ke Penasehat Hukum atau Pengacara.

Tim Komnas PA Bersama Anggota DPRD Komisi IV Bengkalis Ajak Anak Didik SMPN 3 Mandau Proaktif dalam Sosialisasi "No Bully" 6
Dalam Bidang Keagamaan, KH. DR. H. Khairuddin Saleh, M.Pd.I mengajak agar anak didik menjalan Sholat 5 waktu, terlebih Sholat Subuh. Seusai Sholat Subuh, H. Saleh mengatakan belajar pagi adalah paling bagus, karena ingatan pasti tajam. Dia juga berpesan agar ketika hendak berangkat sekolah anak-anak harus mengucapkan do’a.

Sosialisasi terakhir ini cukup mewah karena kehadiran Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Komisi IV, Andi Palipi dalam kesempatan itu juga berpesan agar jangan membully temannya, karena bisa jadi teman yang dibully itu menjadi orang hebat, jadi kita akan butuh sama teman kita di masa depan

Tiba dipuncak, Peni Wulandari, S.PSi pun menjabarkan seluas-luasnya arti dari sosialisasi Anti Perundungan kepada anak didik.

Peni berharap, anak didik SMP N 3 Mandau agar menjadi Pelopor dan Pelapor Anti Perundungan (No Bully) karena perundungan adalah satu bentuk tindakan atau sikap yang dilakukan orang atau satu kelompok sehingga mengakibatkan tidak menyenangkan bagi orang lain.

“Perundungan atau Bully itu adalah perbuatan yang tidak menyenangkan bagi orang lain”, kata Peni

Tim Komnas PA Bersama Anggota DPRD Komisi IV Bengkalis Ajak Anak Didik SMPN 3 Mandau Proaktif dalam Sosialisasi "No Bully" 7
Peni juga menjabarkan bagaimana perasaan orang yang dibully. Dan puncak orang yang dibully akan mengalami depresi berat yang berakibat fatal jika dilakukan terus-menerus hingga akhirnya bisa mengakhiri diri orang yang dibully dengan tragis

Saat diwawancarai awak media ini di ruangannya, Kepala Sekolah Syahrul Amran mengatakan sangat mengharapkan kegiatan dari Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Bengkalis ini terus diadakan di sekolah, dan lebih baik lagi jika dilakukan di seluruh Sekolah yang ada di Kota Duri.

Syahrul Amran yang akan pensiun bulan 6 tahun 2023 inipun mengatakan bahwa tahun depan dirinya akan mengundang pihak TNI – POLRI dan Pemerintah Kecamatan untuk melakukan kegiatan yang bersifat mendidik murid-muridnya di SMP Negeri 3 Mandau yang berada di Simpang Padang Jalan Pelita 1 Kelurahan Duri Timur, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. (Red)

Tim Komnas PA Bersama Anggota DPRD Komisi IV Bengkalis Ajak Anak Didik SMPN 3 Mandau Proaktif dalam Sosialisasi "No Bully" 8