Maraknya Proyek “Siluman” di Pulau Rupat

Maraknya Proyek "Siluman" di Pulau Rupat 2
RUPAT, lintasbarometer.com
Maraknya pemberitaan di sejumlah media, terkait proyek penggalian tali air di pulau Rupat, yang menjadi asumsi publik bahkan menjadi  sejumlah pertanyaan besar oleh publik.
Rabu (27/11/2019) publik menduga kalau pulau rupat menjadi salah satu opjek peroyek “siluman”, seperti yang terjadi di desa Pengkalan Nyirih ke-camanatan Rupat kab bengkalis yang bersumber dari danan APBD bengkalis.
Namun ironis nya, Pihak perusahaan  terkait selaku kontraktor waktu itu terkesan mengabaikan hal yang di maksud. Dan di duga  sengaja mengangkangi UU no 14 tahun 2008. Tentang keterbukaan informasi publik ( KIP). Ada pun kegiatan tersebut di jalan Hasyim,Ar. Dusun pkln nyirih RW 2. Tepat nya pada hari Senin tanggal (25/11/2019) kemarin.
Sejumlah awak media yang tergabung dalam forum wartawan pulau Rupat (forwa). Di sayangkan, kegiatan tersebut berlangsung Tampa ada kelihatan seperti tiada pengawasan dari pihak dinas terkait. Sehingga sejumlah masyarakat menanggapi ada nya peroyek siluman.
Berdasarkan informasi yang di peroleh. Ketua RW dusun dua (2). “ZAITOL” mengatakan kalau diri nya ( beliau) sebatas pengawasan dari desa. Guna tentukan titik pelancaran air pada penggalian. Terang dia ketika di konvirmasi awak media.
”saya mengawas di lapangan guna mengawasi agar tali air benar-benar mengalir lancar, dan tepat pada pengaliran nya ke muara parit atau sungai. Ujar dia (25/11/2019).
Selain itu dia juga berkali-kali menuturkan kalau dia sebatas mengawasi selaku ketua RW. Dalam tujuan nya agar dalam berlanjut nya proses perkerjaan tersebut, Pihak operator Beko (excavator) tidak memakan batas lokasi lahan tanah masyarakat. Lanjut nya sembari mengatakan jika mau lebih jelas tanya lansung ke operator beko. Ujar dia sambil mengatakan kegiatan tersebut bukan sumber dana desa tukas nya dengan emosi.
Keterangan di peroleh dari perkerja. Operator Beko (excavator) selaku penggarap dari oknum perusaha-an senyalir bos mereka adalah PUTRA bos nya. Lalu menghubungi bersangkutan ( PUTRA).
” bos nya pak PUTRA sembari menghubungi “PUTRA” melalui via henpon milik nya. Namun demikian pula di sayangkan sejumlah konvirmasi tidak berhasil dengan baik. Akibat suara alat berat excavator (beco), dalam ke-adaan tegangan tinggi sehingga sejumlah konvirmasi terganggu, (SUKMA.N)

Maraknya Proyek "Siluman" di Pulau Rupat 3