Tidak Ada Penambahan Pasien Positif Covid-19, Pekanbaru Menuju Zona Hijau: Ingatkan Pendatang Jujur

Pekanbaru4210 Dilihat
banner 468x60

PEKANBARU, lintasbarometer.com

banner 336x280

Saat ini, Kota Pekanbaru sudah zona kuning Covid-19.

Selang dua pekan ini tidak ada penambahan kasus pasien positif Covid-19.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Pekanbaru berupaya meningkatkan status menjadi kota dengan zona hijau.

Namun pemerintah kota belum berencana memperketat akses masuk ke kota ini untuk menjadi zona hijau.

Mereka tidak memberlakukan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) ke Kota Pekanaru.

Pasalnya saat ini tidak ada lagi penjagaan di perbatasan kota dengan daerah lain pasca berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Kita kesulitan bila memberlakukan SIKM, karena tidak ada lagi penjagaan di perbatasan,” ujar Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Muhammad Noer kepada Tribun, Rabu (3/6/2020).

Namun pemerintah kota punya cara lain mengawasi adanya pendatang dari luar kota.

Mereka mengajak RT dan RW bisa mengoptimalkan pengawasan terhadap pendatang di lingkungannya.

Ia mendorong para pendatang untuk wajib lapor saat datangi lingkungan baru.

Mereka harus jujur memberi keterangan agar bisa ambil langkah antisipasi.

“Bila tidak ada gejala, isolasi mandiri saja kalau berasal dari daerah zona merah.

Kalau ada gejala langsung ke pusat layanan kesehatan,” paparnya.

Tim pemerintah kota juga sedang menggesa Peraturan Walikota (Perwako) Pekanbaru tentang prilaku hidup baru.

Perwako ini mengatur aktivitas agar tetap sesuai protokol kesehatan mencegah Covid-19.

Noer mengajak masyarakat tetap disiplin dan beraktivitas sesuai protokol kesehatan.

Apalagi pelaksanaan PSBB sebanyak tiga tahapan sudah berhasil menekan jumlah kasus Covid-19.

Rasio penularan Covid-19 di Kota Pekanbaru menurun jadi 0,4.

Ia pun mengajak semua pihak ikut berperan dalam mencegah munculnya kasus positif Covid-19 yang baru.

Pemerintah kota juga berupaya melakukan upaya pencegahan dengan memastikan pusat keramaian menjaga protokol kesehatan.

Ada juga tim yang melakukan penyemprotan disinfektan.

Tim kesehatan juga rutin menggelar rapid test, swab test dan penyuluhan bagi masyarakat.

Aksi ini untuk melakukan deteksi dini mencegah penyebaran Covid-19.

“Semuanya adalah upaya kita untuk menjadi zona hijau,” ulasnya.

Saat ini, Kota Pekanbaru sudah zona kuning Covid-19.

Selang dua pekan ini tidak ada penambahan kasus pasien positif Covid-19.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Pekanbaru berupaya meningkatkan status menjadi kota dengan zona hijau.

Namun pemerintah kota belum berencana memperketat akses masuk ke kota ini untuk menjadi zona hijau.

Mereka tidak memberlakukan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) ke Kota Pekanaru.

Pasalnya saat ini tidak ada lagi penjagaan di perbatasan kota dengan daerah lain pasca berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Kita kesulitan bila memberlakukan SIKM, karena tidak ada lagi penjagaan di perbatasan,” ujar Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Muhammad Noer kepada awak media, Rabu (3/6/2020).

Namun pemerintah kota punya cara lain mengawasi adanya pendatang dari luar kota.

Mereka mengajak RT dan RW bisa mengoptimalkan pengawasan terhadap pendatang di lingkungannya.

Ia mendorong para pendatang untuk wajib lapor saat datangi lingkungan baru.

Mereka harus jujur memberi keterangan agar bisa ambil langkah antisipasi.

“Bila tidak ada gejala, isolasi mandiri saja kalau berasal dari daerah zona merah.

Kalau ada gejala langsung ke pusat layanan kesehatan,” paparnya.

Tim pemerintah kota juga sedang menggesa Peraturan Walikota (Perwako) Pekanbaru tentang prilaku hidup baru.

Perwako ini mengatur aktivitas agar tetap sesuai protokol kesehatan mencegah Covid-19.

Noer mengajak masyarakat tetap disiplin dan beraktivitas sesuai protokol kesehatan.

Apalagi pelaksanaan PSBB sebanyak tiga tahapan sudah berhasil menekan jumlah kasus Covid-19.

Rasio penularan Covid-19 di Kota Pekanbaru menurun jadi 0,4.

Ia pun mengajak semua pihak ikut berperan dalam mencegah munculnya kasus positif Covid-19 yang baru.

Pemerintah kota juga berupaya melakukan upaya pencegahan dengan memastikan pusat keramaian menjaga protokol kesehatan.

Ada juga tim yang melakukan penyemprotan disinfektan.

Tim kesehatan juga rutin menggelar rapid test, swab test dan penyuluhan bagi masyarakat.

Aksi ini untuk melakukan deteksi dini mencegah penyebaran Covid-19.

“Semuanya adalah upaya kita untuk menjadi zona hijau,” ulasnya. (Tp/ Lbr)

banner 336x280