Kapolda Riau Beberkan Ada Preman yang Bekerja dengan Sistem Shift, Sehari Bisa Dapat Uang Rp3 Juta

Kapolda Riau Beberkan Ada Preman yang Bekerja dengan Sistem Shift, Sehari Bisa Dapat Uang Rp3 Juta 2

PEKANBARU, lintasbarometer.com

Kapolda Riau membeberkan bahwa ada preman yang bekerja dengan sistem shift. Bahkan sehari bisa mendapatkan uang Rp3 Juta.

Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menyatakan, jajarannya terus berupaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.

Menindaklanjuti Perintah Operasi Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (K2YD) dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, jajaran Polda Riau berkomitmen untuk memberangus premanisme dan aksi pungli. Karena dua hal itu dinilai sangat mengganggu perekonomian masyarakat dan menghambat pembangunan.

Berbagai modus dilancarkan oleh pelaku untuk memperoleh keuntungan. Mereka kerap melakukan pemerasan dan intimidasi terhadap korban agar mau menyerahkan uangnya.

Bahkan sering kali jika permintaan mereka tak dituruti, mereka mengancam akan menghambat atau melarang aktivitas masyarakat.

Kapolda Riau Irjen Agung memaparkan, pelaku ada yang bekerja sendiri, dan ada yang terorganisir atau bersatu dalam sebuah kelompok.

Seperti halnya kelompok preman yang beroperasi di Terminal AKAP Pekanbaru. Mereka bekerja dengan sistem shift atau pembagian waktu.

“Mereka membentuk wadah yang mereka sebut Pengurus Persatuan Keluarga Besar Terminal, dengan bekerja terbagi dalam 3 shift, masing-masing shift 6 orang,” ungkap Irjen Agung, Minggu (13/6/2021).

Dibeberkan Jenderal bintang dua ini, penghasilan perhari mereka bahkan mencapai Rp3 juta.

Diterangkan Kapolda Riau, jajarannya akan fokus dalam penanganan kasus premanisme ini.

Operasi penertiban akan terus dilakukan untuk menjamin berlangsungnya roda perekonomian masyarakat.

Ia pun mengimbau kepada para pelaku untuk segera menghentikan semua bentuk aksi premanisme.

“Riau merupakan daerah berbudaya melayu yang identik dengan kesantunan dan mendukung iklim ekonomi yang baik untuk keberlangsungan pembangunan,” pungkasnya.

Terkait operasi penertiban premanisme dan pungli, jajaran Polresta Pekanbaru dan Polsek, berhasil menciduk sedikitnya 79 orang preman.

Mereka diamankan dalam waktu 24 jam, terhitung mulai Sabtu (12/6/2021) kemarin sampai Minggu (13/6/2021) ini.

Para preman ini sudah sangat meresahkan masyarakat. Karena mereka kerap memeras, memalak, dan juga melakukan pungutan liar (pungli) yang barang tentu diluar ketentuan yang berlaku.

Bahkan tak jarang, dalam aksinya para preman ini juga melakukan perbuatan intimidasi dan pengancaman kepada masyarakat.

“Pada prinsipnya kita tidak akan memberi ruang bagi mereka yang mencoba mengganggu keselamatan, keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya saat memimpin ekspos hasil giat penangkapan preman, Minggu sore.

Disebutkannya, para preman ini diamankan di sejumlah lokasi. Seperti di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Nilam, Jalan Setia Budi, Jalan Teuku Umar, Jalan Thamrin, Simpang Bundaran Keris, Jalan HR Subrantas.

Lalu Jalan Naga Sakti, Jalan Manyar Sakti, Jalan Paus, Jalan Harapan Raya, Jalan Nangka, Jalan Pesisir, Jalan Soekarno Hatta, Pasar Induk Terminal AKAP, dan lain-lain.

Selain pelaku, polisi juga menyita barang bukti seperti senjata tajam jenis pisau, pistol mainan, dan uang tunai hasil pungli sebesar Rp1,9 juta lebih.

“Mereka melakukan pemalakan, pemerasan, mengancam dan pungli. Ini sangat meresahkan,” jelas Kapolresta.

Ia menuturkan, para preman ini biasanya ‘bermain’ di lokasi yang menjadi sentra ekonomi masyarakat. Seperti komplek pertokoan, pergudangan, pasar tradisional, mal, hingga di tempat fasilitas pelayanan publik.

“Mereka preman tidak terlepas dari aksi-aksi yang bisa mengganggu roda perekonomian. Untuk itu kita akan memerangi mereka,” tegas Kombes Nandang.

Apalagi diungkapkannya, aksi para preman ini pastinya bisa mengganggu upaya pemulihan ekonomi dan beriringan dengan upaya menangani pandemi covid-19 yang sedang dilakukan bersama-sama.

“Kita akan lanjutkan melakukan upaya pemberantasan premanisme,” tegas dia.

Ditambahkan Kombes Nandang, para preman yang berhasil diamankan ini, berasal dari kelompok yang berbeda.

Pihaknya pun akan menelusuri, siapa pihak yang ada di belakang aksi para preman ini.

“Tetap kita selidiki, siapa yang menyuruh, siapa yang menggerakkan mereka,” pungkasnya. (Tp/Lbr)

Kapolda Riau Beberkan Ada Preman yang Bekerja dengan Sistem Shift, Sehari Bisa Dapat Uang Rp3 Juta 3