Aksi Menantang Maut Warga Pasca Jembatan Sabahotang Ambruk Dihantam Banjir

banner 468x60

PADANG LAWAS, lintasbarometer.com

banner 336x280

Pasca jembatan gantung atau rambin di Desa Sabahotang ,Kecamatan Barumun ,Kabupaten Padang Lawas (Palas) beberapa waktu lalu mengakibatkan putusnya akses transportasi masyarakat keluar dari desa tersebut.

Warga nekat menantang maut melintasi jembatan ambruk dengan cara merayap dan bergantungan dengan tali penyangga jembatan agar dapat melintas untuk melakukan aktivitas.Hal ini dilakukan warga karena terpaksa akibat jembatan utama akses satu -satunya untuk keluar masuk warga kedes Sabahotang . Dampak ambruknya jembatan itu menyebabkan akses sarana terputus sehingga warga menjadi terisolasi.

Seperti pengakuan sejumlah warga yang ditemui dilokasi jembatan ambruk ,Sabtu (4/1/2020) dengan terpaksa menggunakan jembatan yang telah ambruk tersebut untuk beraktivitas karena merupakan satu-satunya akses ke desa Sabahotang.

Meski beresiko, kata warga, tak punya pilihan lain. Karena jembatan tersebut bagian dari akses lalulintas warga .Walaupun kondisinya sudah ambruk dan posisi miring yang cukup parah yang dikhawatirkan rentan putus. Tetap harus dilalui karena hanya itu akses untuk keluar dari desa.”Setelah jembatan Sabahotang Ambruk dan rusak berat , satu-satunya alternatif kita tetap bertahan untuk melewati jembatan ini,” kata Hasan dan Jhoni.Kata Jhoni, akibat jembatan Sabahotang yang ambruk dihantam banjir sungai Barumun tersebut, sampai saat ini masih menyisakan kesulitan bagi warga di desa tersebut.Ia menambahkan, kondisi luapan air sungai masih terus berlangsung, sebagian warga masih nekat untuk melintas ,walau herattung nyawa demi melintas diatas puing -puing sisa jembatan yang ambruk.”Warga dihantui rasa cemas dan takut tentang keselamatan saat melintas karena bisa terjadi jembatan terbenam kesungai karena kemiringan. Kondisi jembatan sudah sangat parah rusaknya ,”beber Jhoni yang diamini warga lainnya.Diakui Kepala Desa Sabahotang Ali Jumroh mengatakan, kenekatan warga karena terpaksa untuk melintas jembatan ambruk .Pasalnya, akses satu -satunya jalan transportasi hanya mengandalkan jembatan gantung tersebut.”Inilah kenyataan yang harus dirasakan warga desa. Dengan kondisi yang serba memprihatinkan ,mau tidak mau warga harus menerima nasib seperti ini karena jembatan belum diperbaiki karena kondisi air sungai masih meluap ,” tutur Ali Jumroh. (*)

 

sumber : gosumut

banner 336x280