Pendidikan Karakter Versus Keberhasilan Akademik

Mandau, lintasbarometer.com

Salah satu aspek dari proses perkembangan sistematik dari sistem pembangunan nasional adalah bertujuan utama ntuk pembentukan karakter bangsa melalui sumber daya manusiannya bukan hanya dari sisi pendidikan tapi juga dari moral kepemimpinannnya yang harus dikaitkan dengan dinamika lingkunagn strategis yang dicirikan dengan globalisasi serta fenomena paradoksnya yaitu: univy dan tribalisme. Tuntutan untuk memperkuat kualitas kepemudaan dan olahraga serta inflementasi program relevansinya sebagai interaksi mutualisme dengan masyarakat diusulkan akan menghadirkan sosok penataan paradigm baru dalam menejemen spirit be a nation dan sportivitas melalui pengembangan kepemimpinan kepemudaan.

Pengertian karakter adalah apabila ditinjau dari bahasa dan pengartiannya sebetulnya bahasa karakter ini masilah sangat luas, tetapi disini akan kita lihat beberapa pengertian secara umum yang ada di lapangan . karakter menurut Wikipedia (2008:1) bisa digambarkan sebagai pi disini akan kita lihat beberapa pengertian secara umum yang ada di lapangan . karakter menurut Wikipedia (2008:1) bisa digambarkan sebagai sifat manusia pada umumnya dimana manusia mempunyai banyak sifat yang tergantung dari kehidupannya sendiri.

Apabila cina mampu melakukan pendidkan karakter untul 1,3 miliar menjadi manusia yang berkarakter (rajin, jujur, peduli terhadap sesama, rendah hati, terbuka). Indonesia mampu melakukannya.

Apa dampak pendidikan karakter terhadap keberhasilan akademik? Beberapa penelitian bermunculan untuk menjawab pertanyaan ini ringkasan dari beberapa penemuan penting mengenai hal ini diterbitkan oleh sebuah bulletin Character Educator yang diterbitkan oleh Character Education Partnership.

Didalam hasil studi Dr. Marvin Berkowitz dari University of Missouri- St Louis, menunjukkan peningkatan motivasi siswa sekolah dalam meraih prestasi akademik pada sekolah-sekolah yang menerapkan pendidikan karakter. Kelas-kela yang secara komprehensif terlibat dalam pendidikan karakter menunjukkan penurunan drastic pada pelaku negative siswa yang dapat menghambat keberhasilan siswa.

Pendidikan karakter adalah pendidkan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive) perasaan (feeling) dan tindakan (action). Tanpa ketiga aspek ini, maka pendidikan karakter tidak akan efektif dan pelaksanaannya pun harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Dengan pendidikan karakter, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Kecerdasan emosi adalah bekal penting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan karena dengannya akan seseorang akan dapat berhasil dalam menghadapi segala macam tantangan. Termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis.

Mengkomplikasikan berbagai hasil penelitian tentang pengaruh kecerdasan emosi anak terhadap keberhasilan di sekolah. Ada sederet faktor-faktor resiko penyebab kegagalan anak di sekolah. Faktor-faktor resiko yang disebutkan ternyata bukan terletak pada kecerdasan otak, tatapi pada karakter, yaitu rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, kemampuan bergaul, kemampuan berkosentrasi, rasa empati, dan kemampuan berkomunikasi. Hal ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan bahwa keberhasilan seseorang di masyarakat, ternyata 80 persen dipengaruhi oleh kecerdasan mosi, dan hanay 20 persen ditentukan oleh kecerdasan otak (IQ)

Anak-anak yang mempunyai masalah dalam kecerdasan emosinya, akan mengalami kesulitan belajar, bergaul dan tidak dapat mengontrol emosinya. Ank-anak yang bermasalah ini sudah dapat dilihat sejak usia dini pra-sekolah da kalau tidak ditangani akan terbawa sampai usia dewasa. Sebaliknya para remaja yang berkarakter atau mempunyai kecerdasan emosi yang tinggi akan terhindar dari masalah-masalah umum yang dihadapi oleh remaja seperti kenakalan tawuran, narkoba, prilaku seks bebas, dan sebagainya.

“Education without character” (pendidikan tanpa karakter) merupakan suatu yang fatal, mendidik seseorang dalam kecerdasan otak dan bukan aspek moral adalah ancamanmara bahaya kepada masyarakat.

Artikel SMAN 3 Mandau oleh Ernita,S.Pd (Guru SMAN 3 Mandau)

Pendidikan Karakter Versus Keberhasilan Akademik 2