Pemerintah Sediakan Layanan Vaksin Booster Langsung, Khusus untuk Pemudik

Nasional12031 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA, lintasbarometer.com

banner 336x280

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan pemerintah akan menyediakan layanan vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau booster untuk masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran pada tahun ini.

Layanan vaksinasi booster ini bertujuan untuk memudahkan orang yang ingin mudik ke kampung halaman dan tak perlu melakukan tes COVID-19 sebagai syarat perjalanan.

Dengan demikian, pemudik bisa langsung booster saat baru memasuki jalur mudik atau sebelum menggunakan transportasi umum jarak jauh.

“Alternatifnya bisa melakukan suntik vaksinasi dosis kedua atau booster di tempat-tempat yang nanti akan disediakan pemerintah di jalur mudik ini,” kata Budi dalam konferensi pers virtual, Rabu, 23 Maret.

Layanan vaksinasi ini, sambung Budi, akan disiapkan oleh Kementerian Perhubungan lewat fasilitas angkutan umum bagi yang mudik menggunakan transpotasi umum atau pos-pos di sejumlah titik bagi yang menggunakan kendaraan pribadi.

“Kalau mereka mau di-booster saat itu, nanti dipersiapkan oleh kementerian perhubungan tempat-tempat vaksinasi gratis di fasilitas-fasilitas angkutan umum dan beberapa pos-pos di mana masyarakat bisa langsung disuntik booster sebelum mudik,” ucap dia.

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo membolehkan masyarakat mudik Lebaran ke kampung halaman pada tahun ini dengan bebas asalkan sudah melakukan vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau booster.

Lebih jelasnya, orang yang belum menjalani booster masih bisa mudik namun dengan syarat tertentu. Menked menjelaskan masyarakat yang baru vaksinasi dua dosis atau dosis lengkap diwajibkan melakukan tes antigen sebelum perjalanan. Sementara, orang yang baru vaksin dosis pertama harus melakukan tes PCR.

“Pada saat kita mudik usahakan suntiknya sudah vaksinasi lengkap plus booster, itu nanti tidak perlu dites. Tapi kalau baru dua dosis lengkap belum booster, harus dilampiri tes antigen, kalau dia belum lengkap satu dosis, harus dilampiri tes PCR,” imbuh dia. (Voi)

banner 336x280