Jokowi Naikkan Anggaran Kartu Prakerja 100 Persen, Jadi Rp 20 T di 2021

Jokowi Naikkan Anggaran Kartu Prakerja 100 Persen, Jadi Rp 20 T di 2021 2

JAKARTA, lintasbarometer.com

Menteri Keuangan Sri Mulyani menambahkan anggaran Kartu Prakerja tahun ini dua kali lipat atau 100 persen. Semula, anggaran Kartu Prakerja tahun ini hanya Rp 10 triliun.

Dengan demikian, anggaran Kartu Prakerja tahun ini akan sama seperti tahun lalu sebesar Rp 20 triliun.

“Bapak presiden memutuskan program Prakerja dinaikkan dua kali lipat, jadi tadinya Rp 10 triliun tahun ini, supaya disamakan dengan tahun lalu menjadi Rp 20 triliun, jadi kita tambahkan Rp 10 triliun,” ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (27/1).

Anggaran tersebut masuk dalam tambahan kebutuhan mendesak untuk penanganan COVID-19 di tahun ini. Dana tambahan Kartu Prakerja itu masuk dalam pos tambahan kebutuhan perlindungan sosial yang sebesar Rp 36,6 triliun.

Selain Kartu Prakerja, pemerintah juga akan melanjutkan bantuan berupa diskon listrik dan bantuan kuota internet untuk pelajar dan pengajar, serta menambahkan bantuan sosial dalam bentuk tunai.

“Diskon listrik yang tadi telah saya sampaikan, bantuan kuota internet juga belum masuk di dalam anggarannya Kemendikbud dan Kementerian Agama, jadi ini masuk dan bantuan bansos tunai tambahan dari Rp 200 ribu menjadi Rp 300 ribu per bulan,” jelasnya.

Secara keseluruhan, pemerintah menetapkan anggaran untuk pos perlindungan sosial dalam program PEN 2021 sebesar Rp 150,96 triliun.

Jumlah alokasi anggaran PEN pun mengalami peningkatan dari angka sebelumnya sebesar Rp 403 triliun menjadi Rp 553,1 triliun. Jumlah tersebut hampir mendekati angka realisasi PEN 2020 yang tercatat mencapai Rp 579,8 triliun.

(Kumparan)

Jokowi Naikkan Anggaran Kartu Prakerja 100 Persen, Jadi Rp 20 T di 2021 3