Dampak Negatif Penggunaan Gadget dan Paparan Pornografi

MANDAU, lintasbarometer.com

Seiring dengan kemajuan tekhnologi yang semakin pesat telah berpengaruh dalam segala aspek kehidupan yang ada, sehingga menyebabkan perubahan pola pikir dan perilaku manusia. Berbagai informasi menjadi sangat mudah didapat hanya melalui sebuah perangkat atau gadget. Banyak fitur-fitur menarik yang ditawarkan, sehingga anak-anak terlena dengan berbagai kemudahan tersebut, mereka sibuk dengan gadget membuat siswa malas belajar dan tidak fokus dalam menuntut ilmu.

Seiring dengan perkembangannya, teknologi justru menjelma menjadi momok yang menakutkan, apalagi tidak ada batasan dan pengawasan dari individu itu sendiri dan orang tua. Berapa banyak dampak negatif yang ditimbulkan dan sangat mengkhawatirkan bagi perkembangan anak-anak. Dampak negatif yang ditimbulkan penggunaan gadget tersebut antara lain :

Menyebabkan gejala antisosial dan meningkatkan kecurangan bagi dunia pendidikan (anak suka menyontek) karena anak malas belajar dan tidak percaya pada diri sendiri

Berakibat buruk terhadap kesehatan karena efek radiasi dan menghambat pertumbuhan fungsi syaraf khususnya pada jari jemari dan mata.
Pemborosan dalam pembelian pulsa
Menciptakan lingkungan pergaulan sosial yang tidak sehat
Membentuk sifat hedonisme pada anak
Anak akan sulit diawasi, khususnya ketika masa-masa pubertas
Sangat berpotensi mempengaruhi sikap dan perilaku anak. Apalagi jika tidak ada kontrol dari guru dan orang tua, penggunaannya bisa saja untuk menyebarkan gambar-gambar yang mengandung unsur pornografi.

Ibarat smartphone, manusia memiliki operating system buatan Allah S.W.T yang sangat canggih bernama “otak”. Menurut Jordan Grafman, PhD, peneliti Neuroscience dari University of Wisconsin-Madison, diotak bagian depan terdapat bagian otak yang hanya ada pada manusia dan membedakannya dengan hewan bernama Pre Frontal Cortex (PFC). PFC ini sangat penting karena berfungsi seperti pemimpin manusia. PFC bertanggung jawab untuk konsentrasi, memahami nilai baik buruk, mengendalikan diri, berpikir kritis dan merencanakan masa depan. PFC lah yang bertanggung jawab membentuk keprobadian dan perilaku sosial. Bisa dibayangkan jika fungsi PFC rusak pada otak manusia, maka manusia ituakan terdehumanisasi dan bisa berperilaku seperti hewan bahkan lebih buruk lagi. PFC itu bisa dirusak oleh benturan dan zat kimia. Zat kimia bisa berasal dari NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif). Tetapi sumber paling berbahaya adalah zat kimia yang di picu melihat konte pornografi yang mudah diakses dari gadget atau smartphone.

Jadi pornografi dapat merusak otak terutama dibagian PFC. Saat seseorang melihat konten porno,sehingga merangsang aktifnya senyawa kimia otak yaitu “dopamin”. Dopamin memberi efek senang sekaligus ketagihan. Jika sudah ketagihan dopamin yang diaktifkan akan terus meningkat jumlahnya. Bagian otak yang mengaktifkan dopamin (sistem limbik) akan terus distimulasi sehingga ukurannya semakin membesar. Jumlah dopamin yang aktif diproduksi akan dialirkan keotak bagian depan terutama ke PFC, saat itu PFC menjadi tidak bekerja. Jika PFC terlalu sering tidak bekerja ia akan menciut. Sistem limbik yang membesar dan PFC menciut lama kelamaan akan menyebabkan kerusakan PFC. Kerusakan otak yang terjadi akibat pornografi menurut Dr. Donald Hilton Jr, ahli Neurosurgical dari University of Texas, jika otak yang sering menonton konten pornografi di scan dengan alat MRI, akan memberikan hasil yang sama dengan kerusakan otak orang yang kecelakaan dan terbentur kepalanya diatas alis kanan mata.

Kenapa jadi bahaya besar jika pornografi dikonsumsi anak-anak usia pendidikan ?
PFC benar-benar matang diusia 25 tahun. Bisa kita bayangkan jika anak-anak diusia pendidikan dengan PFC yang belum matang melihat konten pornografi sehingga terpicu dopamin diotaknya lalu membanjiri PFC sehingga PFC sudah rusak duluan sebelum bisa bekembang matang. Disisi lain PFC justru berkembang paling awal, sehingga masa anak-anak sebenarnya masa berkembangnya PFC.

PFC berkembang melalui penanaman nilai-nilai karakter dari orang tua dan guru seperti akidah akhlak., norma, etika nilai baik dan benar. Menyadari dampak negatif dari penggunaan perangkat atau gadget tersebut, tentu diperlukan Bimbingan dan arahan dari orang tua dan guru bagi anak dalam mengantisipasi tindakan yang lebih jauh lagi untuk mengantisipasi perubahan tingkah laku yang buruk. Hal yang paling penting adalah pendekatan orang tua dan guru..

menurut Dr.Rebecca Guy, orang tua yang menemukan anaknya mengakses tayangan pornografi dapat mengatasi hal ini dengan tenang dan bersikap proaktif jangan langsung memarahi sianak. Buat anak anda menyadari kehadiran anda disekitarnya tanpa harus menyalahi atau memarahinya. Kemudian mulailah mencari tahu sesering apa anak anda mengakses konten pornografi tersebut, karena sering kali anak-anaj tidak secara sengaja mengakses tayangan pornografi dan menyalahkan atau memarahinya secara langsung akan membawa dampak negatif pada anak.

Anda dapat mulai mengawasi perilaku dan perubahan emosi yang ada dalam dirinya dan ajaklah anak anda berbicara dengan tenang, berikanlah pengarahan atau sosialisasi tentang dampak bahaya menonton konten pornografi serta berikan kesibukan belajar yang positif bersama anda dan keluarga,banyak membaca atau lakukan les privat untuk menunjang pelajarannya disekolah demi masa depan anak kita.

Dr Rebecca Guy mengatakan “Dengan menyatakan ketertarikan Anda dengan apa yang anak lakukan dengan cara yang tenang akan memberikan peluang yang bagus pada orang tua untuk mempertahankan hubungan kepercayaan dengan anak”. Jadilah Role Model bagi anak, selalu siapkan pemahaman spiritual kepada anak bahwa segala perbuatan yang dilakukan ada Allah yang mengawasi.

Artikel oleh Elimarita,S.Si (Guru Biologi SMAN 1 Mandau)

Dampak Negatif  Penggunaan Gadget dan Paparan Pornografi 2