2
BANDUNG, lintasbarometer.com

Peristiwa bom bunuh diri yang dilakukan oleh Agus Sujatno (34) di Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat pada Rabu (7/12) pagi.  Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta anggotanya tetap semangat usai kejadian teror tersebut.

Hal tersebut disampaikan Listyo usai menjenguk istri Aiptu Sofyan dalam kunjungannya ke Rumah Sakit Immanuel Bandung. Momen tersebut dibagikan melalui akun Instagram resmi @listyosigitprabowo seperti dilihat detikcom, Jumat (9/12/2022).

Listyo meminta doa dari seluruh anggota terkait peristiwa yang menelan korban jiwa anggota Polri bernama Aiptu Ahmad Sofyan tersebut. Dia juga meminta seluruh personel Polri tetap semangat dalam menjalankan tugas untuk melindungi dan mengayomi masyarakat pasca kejadian yang ada.

“Saya minta doa dari seluruh teman-teman seluruh anggota. Apapun yang terjadi tetap semangat dalam melaksanakan tugas pokoknya, melindungi, mengayomi melayani masyarakat,” kata Listyo.

Sebelumnya, bom meledak di Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat pada Rabu (7/12) pagi. Dilaporkan, ledakan bom terjadi ketika polisi sedang apel pagi.

Ledakan tersebut membuat sejumlah polisi mengalami luka-luka. Selain itu, satu warga ikut menjadi korban.

Dilansir detikJabar, 11 orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Satu polisi mengalami kritis dan meninggal dunia.

“Akibat ledakan itu, 11 orang menjadi korban, terdiri atas 10 polisi, satunya anggota meninggal dunia atas nama Sofyan, 9 masih dalam kategori luka-luka diakibatkan pecahan serpihan ledakan tersebut,” kata Kapolda Jawa Barat Irjen Suntana, seperti dilansir detikJabar, Kamis (8/12).

Dari 11 korban, satu di antaranya adalah masyarakat yang melintas di lokasi kejadian. Berikut ini adalah daftar nama korban bom Astana Anyar.

Korban Luka:
Iptu Suparyana: Luka robek kaki kanan bagian betis
Ipda Asim: Luka di pergelangan tangan dan betis bagian kanan
Aipda Agus: Luka di pergelangan tangan kiri, trauma kepala karena terpental
Iptu Wawan: Luka di kaki, lima jahitan
Ipda Zainal: Luka di kaki, tujuh
Iptu Susi: Luka di kaki, satu jahitan
Aiptu Heryanto: Luka berat di kaki
Nurhasanah (36 tahun): Luka sekitar dada.

(Tempo)

3