Sri Mulyani Ungkap Alasan Beri Diskon Pajak Penjualan Mobil

Sri Mulyani Ungkap Alasan Beri Diskon Pajak Penjualan Mobil 2

JAKARTA, lintasbatometer.com

Kementerian Keuangan menyatakan, ada alasan khusus mengapa mobil segmen dibawah 1.500 cc kategori sedan dan 4×2 diberikan insentif penurunan pajak penjualan barang mewah (PPnBM).

“Segmen tersebut dipilih karena diminati kelompok masyarakat kelas menengah dan memiliki komponen lokal di atas 70%,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam siaran pers yang diterima Kompas.tv, Jumat (12/02/2021).

Diskon pajak dilakukan secara bertahap sampai dengan Desember 2021, agar memberikan dampak yang optimal. Yaitu meningkatkan produksi otomotif, mendorong gairah belanja kelas menengah dan menjaga pemulihan pertumbuhan ekonomi.

Kemenkeu mencatat, pada Q2-2020 konsumsi rumah tangga tumbuh -5,52%, meningkat menjadi -4,05% di Q3-2020 dan -3,61% di Q4-2020. Konsumsi masyarakat kelas menengah atas masih tertahan karena pandemi, sehingga tabungan masyarakat di perbankan mengalami peningkatan yang signifikan.

“Ditambah, sebentar lagi memasuki bulan puasa dan tradisi musik lebaran yang biasanya jadi momen meningkatnya penjualan mobil,” imbuh Sri Mulyani.

Kebijakan diskon pajak ini akan menggunakan skema PPnBM DTP (ditanggung pemerintah) melalui penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mulai berlaku 1 Maret 2021. Serta akan dievaluasi efektivitasnya setiap 3 bulan.

Sementara dari sisi produksi, insentif ini akan memperkuat pemulihan sektor-sektor strategis domestik. Ssperti sektor industri pengolahan dan perdagangan yang secara total berkontribusi sebesar 32,8% terhadap perekonomian.

Pada Q2-2020, sektor industri pengolahan -6,18%, lalu meningkat menjadi -4,34% di Q3-2020 dan -3,14% di Q4-2020.

Sektor perdagangan memiliki tren pemulihan yang hampir sama, dari -7,59% di Q2-2020 meningkat menjadi -5,05% di Q3-2020 dan -3,04% di Q4-2020. (Kompastv)

Sri Mulyani Ungkap Alasan Beri Diskon Pajak Penjualan Mobil 3