Harga Minyak Tergelincir di Tengah Meningkatnya Kasus Baru Covid-19

Harga Minyak Tergelincir di Tengah Meningkatnya Kasus Baru Covid-19 2

NEW YORK, lintasbarometer.com

Harga minyak menurun di tengah lonjakan kasus baru corona, sehingga melemahkan permintaan bahan bakar. Sementara negara-negara penghasil minyak mentah utama siap meningkatkan output.

Amerika Serikat melaporkan 75.000 kasus Covid-19 baru atau menjadi rekor harian. Spanyol dan Australia juga demikian, di mana telah terjadi lompatan harian tertajam dalam lebih dari dua bulan. Kasus baru juga terus melonjak di India dan Brasil.

Meningkatnya kasus baru corona membuat permintaan bahan bakar menurun. Padahal konsumsi BBM perlahan telah pulih, setelah negara-negara di seluruh dunia membatasi pergerakan dan bisnis tutup.

Minyak mentah berjangka Brent turun 23 sen per barel menjadi USD43,14 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS CLc1 turun 16 sen menjadi USD40,59. Demikian dilansir dari Reuters, Sabtu (18/7/2020).

Sementara itu, patokan minyak mentah turun 1%, setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya sepakat memangkas pasokan 9,7 juta barel per hari (bpd) mulai Agustus.

Menurut data perusahaan jasa energi Baker Hughes, perusahaan energi AS memangkas jumlah rig minyak dan gas alam yang beroperasi ke rekor terendah selama 11 minggu berturut-turut.

 

 

sumber:okzone

Harga Minyak Tergelincir di Tengah Meningkatnya Kasus Baru Covid-19 3