Puskemas Rawat Inap Termegah Diriau Ada Dirohil, Bupati Suyatno: Alhamdulillah Apa Yang Dicita-Citakan Terwujud

Minggu, 12 Mei 2019 - 19:37:27 WIB
Diposting Oleh : Admin | Kategori : SOSIAL BUDAYA - Dibaca : 440 kali

 
ROHIL, lintasbarometer.com
 
Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus dalam rangka mendukung Program Indonesia Sehat. Upaya itu diwujudkan dengan menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu ke tengah masyarakat. Program Indonesia Sehat terdiri atas Paradigma Sehat, Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer dan Jaminan Kesehatan Nasional. Ketiganya akan dilakukan dengan menerapkan pendekatan continuum of care dan intervensi berbasis risiko (health risk).

Bupati Rokan Hilir H. Suyatno baru-baru ini mengatakan paradigma sehat menyasar pada penentu kebijakan pada lintas sektor, Untuk memperhatikan dampak kesehatan dari kebijakan yang diambil baik dihulu maupun dihilir kemudian Tenaga kesehatan, Fasilitas dan Sarana pembangunan yang mengupayakan agar orang sehat tetap sehat atau tidak menjadi sakit, orang sakit menjadi sehat dan orang sakit tidak menjadi lebih sakit. Selanjutnya Institusi Kesehatan diharapkan penerapan standar mutu dan standar tarif dalam pelayanan kepada masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir terus membenahi pelayanan kepada masyarakat, terutama di bidang kesehatan. Pembenahan itu dilakukan dengan cara melengkapi berbagai sarana dan prasarana baik fisik maupun non fisik. Meski demikian, bukan berarti dalam bidang lainnya seperti pelayanan infrastruktur jalan dan jembatan diabaikan akan tetapi tetap dilakukan pembenahan secara bertahap.

"Kita tetap berkomitmen untuk membenahi seluruh sektor pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat baik itu di bidang pelayanan pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan lainnya, " kata Bupati Suyatno. Semua pembenahan pelayanan itu, tegasnya dilakukan setiap tahun hingga persoalan itu bisa mendekati angka beberapa persen dalam pelaksanaan penuntasannya.

Setelah berbagai ruas jalan dan jembatan sudah mantap, maka akan dilanjutkan ke bidang kesehatan dan pendidikan yang sampai saat ini masih juga terus berjalan. Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir sudah membangunan Puskesmas Rawat Inap (PRI) di 18 kecamatan. Bahkan, di setiap PRI itu disediakan ruangan khusus untuk keluarga (VIP) agar masyarakat yang berobat lebih nyaman.

Sementara itu, Pemerintah juga telah menjadikan sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) pada level Puskesmas Rawat Inap. Keberadaanya tersebar pada beberapa kecamatan dan membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, terutama pada kawasan yang jauh dari RSUD RM Pratomo Bagansiapiapi.

"Kita upayakan semuanya rawat inap, namun secara bertahap akan kita realisasikan menyesuaikan dengan anggaran yang ada dan ketersedian tenaga medis," katanya. Yang membedakan antara puskesmas dengan puskesmas rawat inap berpedoman kepada yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, diantaranya Ruang Pelayanan dan Alkes, Standar Tenaga Minimal.

Ruang Pelayanan dan Alkes, Puskesmas Rawat Inap harus memiliki Ruang Gawat Darurat dengan Alkes Set Gawat Darurat, sedangkan puskesmas hanya Ruang Tindakan dengan Alkes Set Tindakan Medis/Gawat Darurat, memiliki Ruang Kesehatan Ibu dan Imunisasi dengan Alkes Set Pemeriksaan Anak dan Set Imunisasi, memilki Ruang Kesehatan Ibu dan KB, dengan Alkes Set Pemeriksaan Ibu dan Set Pelayanan KB, sedangkan puskesmas hanya disediakan satu ruangan, Ruangan Kesehatan Ibu dan KB.

"Pukesmas Rawat Inap harus memiliki Ruang Tindakan dengan Alkes Set Tindakan Medis, sedangkan puskemas tidak memiliki ruangan ini, memiliki Ruangan Rawat Inap dengan Alkes Set Rawat Inap, sedangkan puskesmas tidak ada," Jelasnya. Selain itu, ada persamaan antara puskesmas rawat inap dengan puskesmas diantaranya sama-sama memiliki Ruang Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Alkes Set Kesehatan Gigi dan Mulut, memiliki Ruangan ASI dengan Alkes Set ASI, memiliki Ruangan Promkes dengan Alkes.

Selanjutnya memiliki Ruangan Farmasi dengan Alkes Set Farmasi, memiliki Ruangan Persalinan dengan Alkes Set Obstetri dan Ginekologi, Set Insersi dan Ekstraksi AKDR, Set Resusitasi Bayi, memiliki Ruangan Pasca Persalinan Bayi dengan Alkes Set Perawatan Pasca Persalinan, memiliki Ruangan Laboratorium dengan Set Laboratorium dan memiliki Ruangan Sterilisasi dengan Alkes Set Sterilisasi.

Ia menambahkan, untuk Puskesmas di Ibukota Bagansiapiapi terdapat 2 Puskesmas, 1 Puskemas sudah berubah status menjadi Puskemas Rawat Inap yaitu Puskemas Bagansiapiapi yang berlokasi di jalan bintang ujung, Kegenghuluan Bagan Jawa. Puskemas itu baru saja diresmikan oleh Bupati Suyatno. Puskemas itu diklaim puskemas termegah yang ada di provinsi riau.

Peresmian itu ditandai dengan penandatangan prasasti dan pembukaan kain selubung oleh Bupati Suyatno dan pengguntingan pita oleh Ketua TP-PKK Rohil Hj Wan Mardiana didampingi oleh Kadiskes Rohil Hj Dahniar MKes, Ketua DPRD Rohil H Nasruddin Hasan, Kajari Rohil Gaos Wicaksono SH MH, Kabid Yankes Provinsi Riau, para pimpinan OPD dan undangan lainnya.


Bupati Suyatno mengatakan kalau dirinya sangat merasa bahagia atas terlaksananya pembangunan ini. Karena, Perjuangan untuk membangun Puskesmas Bagansiapiapi ini sudah lama sekali dicita-citakan oleh Pemerintah kabupatwn Rokan Hilir. "Alhamdulillah apa yang kita harapkan dan cita-citakan selama ini sudah terwujud. Dan tentunya kita menyampaikan ungkapan rasa syukur atas terlaksananya pembangunan ini," ucapnya.

Ia juga mengklaim bahwa Puskesmas Bagansiapiapi yang terletak di Jalan Jambu, Kepenghuluan Bagan Jawa itu sebagai Puskesmas termegah dan tercantik di Provinsi Riau. "Ini Puskesmas yang tercantik di Riau. Selain itu letak bangunannya juga betul-betul di lingkungan yang masyarakatnya padat," ujarnya.

Bupati Suyatno juga mengatakan kalau bangunan Puskesmas Bagansiapiapi ini sudah berdiri sejak tahun 1975 silam, akan tetapi bangunannya masih berbentuk panggung, dan alhamdulillah saat ini sudah bagus dan bahkan menjadi Puskesmas tercantik di Riau. 
 

"Terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah membantu dan memperhatikan daerah kita yang terletak di daerah pesisir dan berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia. Selain itu, ucapan terima kasih juga kita sampaikan kepada kontraktor dan para pekerja yang mengerjakan bangunan mewah ini. Progres dari pembangunan ini sangat luar biasa, dalam tempo waktu lebih kurang lima bulan sudah rampung dan kualitasnya juga sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama," ucapnya.

Lebih jauh Bupati menyampaikan jika pada tahun 2019 ini Pemkab Rohil juga akan mendapatkan lagi dana DAK dari Pemerintah Pusat untuk pembangunan Puskesmas Bagan Punak dan tiga unit rumah dokter dan perawat. Untuk lokasi pembangunannya dipusatkan di Persimpangan Tugu Ikan tepatnya di samping Taman Budaya, Batu enam. 

"Lokasi pembangunan untuk Puskesmas Bagan Punak itu nantinya kita letakkan di sekitar taman budaya, hal ini dilakukan agar para ASN yang sakit demam bisa langsung ditangani. Kalau RSUD dr RM Pratomo jaraknya kan jauh dari pusat perkantoran," tuturnya sembari menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim TP4D Kejari Rohil yang sudah memantau dan menggiring pelaksanaan pembangunan Puskesmas Bagansiapiapi tersebut. ( Advetorial Pemkab Rohil)

.



Belum Ada Komentar

Berikan Komentar Anda



(Masukkan 6 kode diatas)